Jakarta – Layanan darurat Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Call Center 110 kini telah mengalami peningkatan teknologi yang signifikan. Sistem terbaru ini tidak hanya menghubungkan pelapor dengan petugas, tetapi juga mampu mendeteksi lokasi serta menampilkan wajah pelapor secara otomatis saat panggilan masuk.
Kemampuan layanan ini menjadi viral setelah dibagikan akun Instagram anggota polisi @putuarizona_31. Dalam video simulasi panggilan, terlihat petugas mencoba menggunakan sistem baru tersebut. Saat panggilan dilakukan, terdengar suara otomatis yang menyambut pelapor dan mengingatkan bahwa penyalahgunaan layanan akan dikenakan sanksi hukum.
Pengguna diminta menekan angka tertentu untuk tersambung ke operator, dan setelah memilih opsi untuk berbicara dengan petugas, panggilan langsung tersambung. Di layar monitor petugas, berbagai data pelapor muncul secara real-time, termasuk foto wajah, nomor telepon, nama sesuai KTP, alamat, hingga denah lokasi pada peta digital.
Selain itu, sistem layanan ini terintegrasi dengan unit patroli terdekat sehingga mempercepat respon petugas ke lokasi kejadian. Data lokasi yang akurat sangat membantu dalam menangani kasus-kasus kritis seperti perampokan, kecelakaan lalu lintas berat, dan kondisi darurat lainnya.
Layanan Call Center 110 dapat diakses secara gratis, bahkan tanpa pulsa, dari berbagai operator seluler, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tentang biaya saat menghubungi.
Polri juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan layanan ini secara bertanggung jawab. Panggilan palsu atau iseng dapat menghambat penanganan kasus yang benar-benar memerlukan bantuan cepat. Peringatan terkait penyalahgunaan selalu diberikan di awal panggilan 110.
Di beberapa wilayah, Call Center 110 telah terintegrasi dengan layanan darurat lain seperti pemadam kebakaran dan ambulans. Integrasi ini merupakan langkah Polri untuk menghadirkan layanan keamanan publik yang lebih modern dan proaktif.
sumber: jatimtimes dan @divisihumaspolri

